Saturday, June 19, 2021

Belajar Parenting dari Kisah Frank-Mary di Film Gifted (2017)

 

Src: Youtube/SearchlightPictures


Marc Webb adalah sosok yang ada di balik film drama romantis yang memecah penontonnya menjadi #TimTom dan #TimSummer, 500 Days of Summer. Di tahun 2017 ia menggarap film drama keluarga berjudul Gifted yang diperankan oleh Chris Evan dan Mckenna Grace. Setelah berkali-kali diingatkan untuk menonton film ini oleh teman saya, akhirnya saya memutuskan untuk menontonnya.


S I N O P S I S

Src: Youtube/SearchlightPictures


Frank Adler (Chris Evan) membesarkan keponakannya Mary Adler (Mckenna Grace) seorang diri di Florida. Sejak awal, ia sudah mengetahui bahwa keponakannya ini adalah anak genius terutama dalam pelajaran Matematika. Setelah melakukan homeschooling, tiba saatnya Mary harus ikut dalam sekolah formal. Bakatnya ini akhirnya disadari oleh wali kelasnya Bonnie Stevenson (Jenny Slate). Seperti yang sudah diduga tetangga sekaligus orang terdekat yang menjadi teman Mary, Roberta (Octavia Spencer) bakatnya yang diketahui oleh orang lain menjadi awal mula permasalahan Frank dan Mary, apalagi ditambah dengan kehadiran Evelyn (Linsay Duncan), ibu dari Dianne dan Frank sekaligus nenek Mary.

Evelyn percaya bahwa anak-anak seperti Mary harus masuk ke sekolah khusus anak-anak genius, karena peran mereka penting untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan kehidupan manusia. Sebaliknya, Frank justru menginginkan Mary mendapatkan perlakuan selayaknya anak-anak pada umumnya.

Src: Youtube/SearchlightPictures


Setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Namun, pernyataan tadi terkadang bias dengan impian, ego hingga obsesi orangtua yang tidak sempat terwujud. Akhirnya anak justru dipandang sebagai "a lifetime project" yang harus berhasil dengan mengikuti gambaran ideal yang ada pada orangtua.

Film ini cukup menyentil saya yang belum (kepikiran) menikah atau punya anak, karena di sisi lain, saya percaya orangtua adalah "sekolah" pertama bagi anak-anak, karena mereka akan meniru nilai-nilai yang dimiliki orangtuanya atau setidak orang yang mengasuhnya. Di titik ini, Gifted membuat saya berpikir, anak berhak mendapatkan yang terbaik dari orangtua mereka, dari mulai kesehatan, pendidikan hingga pendidikan karakter dan nilai yang terbaik, namun bukan berarti anak dapat dipandang sebagai sebuah objek bagi orangtua mereka.

Src: Youtube/SearchlightPictures


Mary adalah anak yang cerdas, di usianya ia sudah tidak lagi menyelesaikan soal Matematika "3+3", ia sudah bergulat dengan soal-soal perkalian kompleks, kuadrat, diferensiasi hingga kalkulus. Kehadiran Evelyn dalam kehidupan Mary dan Frank bertujuan untuk mengoptimalkan pendidikan Mary, dengan membawanya ke sekolah terbaik, bayangkan saja anak umur tujuh tahun berada satu kelas dengan mahasiswa-mahasiswa dan diajar langsung oleh professor demi mengikuti sekaligus menyelesaikan apa yang sudah dimulai ibunya, Dianne. 

Frank khawatir ini akan menjerumuskan Mary ke dunia Dianne yang dulu dan merenggut masa kanak-kanaknya. Berbeda dengan Evelyn, Frank ingin Mary tumbuh seperti anak lainnya, yang bertengkar dengan temannya, bermain di luar, mengumpulkan kerang di pantai, bukan hanya berkutat dengan buku dan rumus Matematika.

Giftted memperlihatkan bagaimana anak bisa jadi obyek di balik kalimat "mengoptimalkan potensi" demi melancarkan obsesi orangtuanya. Tingkat kecerdasan harus dimanfaatkan dan dianggap tidak ada yang salah jika anak kehilangan masa bermain karena kelebihan yang ia miliki. Padahal di luar tingkat kecerdasannya, anak berhak untuk tetap tumbuh dengan mendapatkan kasih sayang bukan sekadar menjadi realisasi dari bayangan anak ideal versi orangtua mereka.

Src: Youtube/SearchlightPictures


Gifted adalah drama keluarga yang menghangatkan hati dengan script yang apik. Chemistry antara Chris Evan dengan Mckenna Grace sudah tidak diragukan lagi, dan dalam film ini Grace mampu mencuri perhatian penonton, dan bagi saya Chris Evan is just being Chris Evan

Yang saya sayangkan, penggambaran tokoh villain dan angelic di film ini terlalu ketara dan sangat hitam-putih. Jujur saja, akhir-akhir ini saya memang kurang tertarik dengan karakterisasi tokoh yang seperti ini, membuatnya seperti opera soap, yang membuat jalan cerita jadi mudah tertebak dan menurut saya justru nggak manusiawi. 

Gifted cocok ditonton untuk kamu yang tertarik dengan isu anak-anak dan parenting, newly weds or soon-to-be parents. Bukan termasuuk film terbaik, namun jangan sampai terlewatkan.


No comments:

Post a Comment